Teks Bacaan:
Air dapat diperoleh dari sumur, sungai, danau, dan mata air. Sebagian masyarakat menggunakan air hujan untuk menunjang aktivitas kesehariannya. Air bersih sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Air bersih adalah air yang berkualitas baik, yaitu air yang jernih, tidak terkontaminasi kuman, tidak mengandung zat kimia berbahaya, aman, dan tidak menimbulkan penyakit. Di daerah perkotaan, air bersih umumnya diperoleh dari pengolahan air sungai atau air danau menggunakan zat kimia kaporit, tawas, dan poli aluminium klorida (PAC). Ketiga senyawa kimia ini juga digunakan untuk membersihkan kolam renang.
Kaporit atau kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(OCI)₂ merupakan desinfektan atau pembasmi bakteri yang digunakan untuk menjernihkan air. Air dengan sedikit bau kaporit umumnya dianggap lebih aman dibandingkan air yang tidak berbau atau justru berbau kaporit yang menyengat. Kaporit tersedia dalam bentuk serbuk putih, sukar larut dalam air, dan berbau klorin karena senyawa ini terdekomposisi dalam udara lembap. Natrium hipoklorit adalah bentuk garam lain yang juga mengandung klorin, banyak digunakan sebagai pemutih dalam industri kertas dan tekstil.
Tawas adalah garam yang mengandung aluminium hidrat. Rumus kimia aluminium hidrat adalah Al₂(SO₄)₃.nH₂O. Tawas mudah larut dalam air dan tersedia dalam bentuk garam rangkap. Contohnya adalah alum kalium dengan rumus kimia K₂SO₄.Al₂(SO₄)₃.nH₂O. Tawas telah lama dikenal sebagai flokulator atau koagulator yang berfungsi sebagai zat penggumpal kotoran dalam proses penjernihan air. Kotoran tersebut berbentuk koloid maupun suspensi lumpur. Karena sudah jernih, pembersihan air tanah dari mata air tidak memerlukan tawas, tetapi kaporit untuk membasmi bakteri.
PAC adalah senyawa poli-kationik klorida dengan rumus kimia umum Alx(OH)₃Cl(3x-y)dengan x dan y adalah bilangan bulat yang masing-masing menyatakan jumlah atom Al dan jumlah gugus OH dalam molekul PAC. PAC juga merupakan koagulator dan banyak digunakan dalam proses pengolahan limbah industri yang mempunyai pH rendah. PAC lebih unggul dibandingkan tawas, karena PAC mempunyai dampak korosi yang rendah, menghasilkan air yang lebih jernih, bekerja pada rentang pH lebar, koagulasi berlangsung cepat, mempunyai konduktivitas listrik rendah, dan murah. Karena memiliki konduktivitas listrik rendah PAC dapat membantu proses demineralisasi air.
Sekarang, kontaminasi kimia dan bakteri pada air sumur telah banyak dijumpai. Penggunaan kaporit dan tawas telah banyak digunakan. Penggunaannya yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui dosis kaporit dan tawas yang tepat dalam penjernihan air.